Bukan Sekadar Monumen! Ini Alasan untuk Berkunjung ke Monumen Yogya Kembali
-
Sumber foto tidak ditemukan
Monumen yogya Kembali atau biasa disebut Monjali merupakan monumen dengan bangunan berbentuk kerucut menyerupai tumpeng. Monumen ini menjadi pengingat peristiwa kembalinya Yogyakarta sebagai ibukota Indonesia yang sebelumnya direbut oleh Belanda. Monumen ini dibangun pada bulan Juni sebagai pengingat waktu penarikan tentara belanda dari kawasan Yogyakarta.
Begitu masuk area Monjali, pengunjung akan melewati empat ruang museum di lantai pertama yang menampilkan kisah perjuangan bangsa, mulai dari masa sebelum hingga sesudah kemerdekaan. Naik ke lantai dua, ada sepuluh diorama 3D dan empat puluh relief yang menggambarkan berbagai peristiwa penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Di lantai tiga, suasananya lebih tenang, di ruang Graha Sabha pengunjung bisa berdoa dan merenung untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur.
Bangunan utama Monjali dikelilingi kolam, prasasti, plaza, dan tembok rana. Kolam yang mengitari bangunan menambah suasana sejuk dan estetis, sementara plaza yang luas membentang dari timur ke barat dilengkapi taman hijau yang membuat kawasan ini semakin asri. Tembok rana setinggi tiga meter yang mengelilingi area utama berfungsi sebagai simbol penangkal bahaya, sesuai dengan filosofi Jawa, dan di bagian dalamnya terukir nama-nama pahlawan yang gugur di Perang Kemerdekaan II.
Monjali bukan sekadar monumen yang penuh sejarah, tapi juga tempat wisata edukatif yang cocok dikunjungi bersama keluarga. Selain bisa “menjenguk†sejarah secara langsung, suasananya yang rindang dan desain bangunan yang estetis membuat waktu berkunjung terasa menyenangkan. Jangan khawatir kelelahan, karena di area ini juga tersedia food court untuk beristirahat sambil menikmati kuliner.
Ingin mencari lebih banyak informasi seputar Jogja? Kunjungi website jogjajogja.id dan Instagram jogjajogjaid
-
AuthorAdministrator
admin@jogjajogja.id

