Holding Hands, Pesta Boneka #10 Rayakan Pertemuan Seniman dan Publik di Yogyakarta
-
Sumber Foto : Instagram: @papermoonpuppet
Pesta Boneka bukanlah festival yang baru pertama kali digelar. Namun, penyelenggaraannya pada tahun ini terasa istimewa. Memasuki edisi ke-10, Pesta Boneka yang dicetuskan oleh Papermoon Pupper Theatre akan kembali menjadikan Yogyakarta, sebagai ruang pertemuan bagi para seniman boneka dari berbagai penjuru dunia.
Sebanyak 193 seniman yang tergabung dalam 33 kelompok dari 24 negara akan berkumpul di Yogyakarta. Mereka datang dari berbagai negara, antara lain Australia, Finlandia, Prancis, Jerman, Iran, Italia, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Palestina, Filipina, Polandia, Serbia, Singapura, Spanyol, Swedia, Taiwan, Thailand, Belanda, Inggris, hingga Vietnam.
Pertemuan lintas negara ini akan berlangsung pada 6 s.d 11 Oktober 2026 di Ruang Pana, Kompleks Kampoeng Media, Sleman, Yogyakarta.
Berawal dari Keinginan untuk Bertemu
Perjalanan Pesta Boneka berangkat dari sebuah keinginan sederhana untuk menciptakan ruang bagi para seniman teater boneka untuk bertemu dan berbagi karya. Keinginan tersebut kemudian diwujudkan oleh Papermoon Puppet Theatre melalui penyelenggaraan Pesta Boneka pertama pada 2008. Sejak saat itu, festival ini hadir setiap dua tahun sekali dan terus berkembang menjadi ruang pertemuan bagi seniman, komunitas, dan publik dari berbagai latar belakang.
Melalui Pesta Boneka, berbagai perbedaan latar belakang, kebiasaan, dan budaya kemudian dipertemukan dalam satu ruang. Pertunjukan teater boneka menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan cerita dan perspektif yang berbeda, sekaligus menemukan hal-hal yang dapat menghubungkan satu sama lain.
Holding Hands, Merayakan Pertemuan
Pada edisi ke-10 ini, Pesta Boneka mengangkat tema Holding Hands. Tema tersebut menjadi gambaran tentang semangat untuk saling bertemu, berbagi, dan tumbuh bersama di tengah keberagaman yang ada.
Pesta Boneka #10 tidak hanya mempertemukan para seniman dari berbagai negara, tetapi juga membuka ruang perjumpaan antara seniman dan publik. Karena itu, Pesta Boneka tidak berhenti pada rangkaian pementasan. Selama festival berlangsung, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai agenda lain, mulai dari workshop, diskusi, hingga pemutaran film.
Salah satu agenda yang menarik dan berbeda akan hadir pada hari terakhir festival melalui program When Puppeteers Cook. Agenda ini akan berlangsung pada Minggu pagi dan menghadirkan para seniman internasional dalam suasana yang lebih santai. Mereka tidak datang sebagai penampil di atas panggung, melainkan akan memasak makanan favorit dari negara dan budaya masing-masing.
Menariknya, hidangan yang telah dimasak tersebut nantinya dapat dicicipi oleh para pengunjung secara gratis. Dari berbagai negara, kebiasaan, dan cerita yang berbeda, para seniman kemudian dipertemukan dalam satu meja.
Pada akhirnya, festival ini menjadi ruang untuk mempertemukan manusia dengan manusia lainnya, melalui karya, cerita, percakapan, hingga makanan. Setelah perjalanan panjang sejak 2008, Pesta Boneka kembali pulang ke Yogyakarta dan mengajak lebih banyak orang untuk hadir, bertemu, serta merayakan keberagaman bersama.
-
AuthorAdministrator
admin@jogjajogja.id

