Isokuiki Bangun Tempat Ngopi Inklusif Ramah Disabilitas
-
Sumber Foto : Dokumentasi TIM
Secangkir kopi bisa menjadi lebih dari sekadar minuman. Di Isokuiki Pakem, kopi menjadi pintu masuk bagi peserta didik penyandang disabilitas untuk mengenal keterampilan baru, dunia kerja, hingga peluang untuk tumbuh mandiri.
Untuk itu, Isokuiki Pakem Yogyakarta menggelar Workshop Barista Inklusif bersama Misha Edukasi dan Tya Sinergi, Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi peserta didik penyandang disabilitas untuk mengenal dasar-dasar keterampilan barista sekaligus melihat lebih dekat peluang di dunia kerja dan kewirausahaan. Workshop ini diikuti peserta didik dari sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB), salah satunya SLB Negeri Sleman, bersama para pendamping.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta juga mendapat kesempatan untuk mempraktikkan langsung keterampilan dasar seorang barista. Mulai dari mengenal proses pembuatan kopi hingga mencoba praktik secara langsung, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar yang diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan membuka wawasan peserta terhadap berbagai kemungkinan di masa depan.
Cafe dengan Beribu Kesempatan
Workshop Barista Inklusif menjadi salah satu langkah Isokuiki untuk mewujudkan Isokuiki Cafe Inclusive, yang ditargetkan menjadi cafe inklusif pertama di Yogyakarta.
Namun, konsep yang dibangun tidak berhenti pada menghadirkan tempat untuk menikmati kopi. Isokuiki ingin menjadikan cafe sebagai ruang bagi penyandang disabilitas untuk belajar, berlatih, bekerja, berkarya, hingga mengembangkan usaha.
Karenanya, pelatihan barista menjadi bagian dari langkah yang lebih panjang. Isokuiki berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program yang dapat membantu peserta meningkatkan keterampilan sekaligus memperoleh pengalaman kerja. Pengalaman tersebut nantinya dapat membuka lebih banyak pilihan, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha sesuai dengan minat, kemampuan, dan potensi masing-masing.
-
AuthorAdministrator
admin@jogjajogja.id

