Loading...

Pasang Iklan

6282313419349

Kontak Kami

info@jogjajogja.id

6282313419349

KHFF 2026 Hadirkan Becak Drive-In hingga Sawung Jabo

Administrator 11th Sep, 2026 Event 644 View
blog
  • Sumber Foto : Dokumentasi Tim

Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) 2026 kembali hadir di Yogyakarta pada 17–19 September 2026. Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, festival film bertema warisan budaya ini akan berlangsung di Pasar Terban dan Gedung PDIN, Terban, Yogyakarta.

Diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, KHFF 2026 menghadirkan rangkaian program mulai dari pemutaran film, workshop, talks, hingga pertunjukan. Salah satu program yang kembali hadir tahun ini adalah Becak Drive-In Cinema, konsep menonton film di ruang terbuka dengan becak sebagai kursi penonton.


KHFF sendiri tidak hanya menempatkan warisan budaya sebagai sesuatu yang berasal dari masa lalu. Melalui film dan berbagai program publik, festival ini mengajak masyarakat melihat bagaimana heritage terus berkembang, ditafsirkan ulang, dan memiliki keterkaitan dengan kehidupan hari ini.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menjelaskan bahwa film menjadi medium strategis untuk mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi baru. Sinergi antara heritage, film, dan ruang kota diharapkan dapat menjaga kawasan cagar budaya tetap hidup dan relevan bagi masyarakat.

Becak Drive-In Cinema Buka KHFF 2026

Setelah sempat menarik perhatian pada penyelenggaraan 2023, Becak Drive-In Cinema kembali menjadi salah satu program unggulan KHFF tahun ini.

Program tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian Jelajah Kotabaru sekaligus Opening Night KHFF 2026 pada 17 September 2026 di Pasar Terban. Kolaborasi Pemerintah Daerah DIY melalui Dinas Perhubungan DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta ini mempertemukan film, ruang kota, serta moda transportasi tradisional dalam satu pengalaman.

Puluhan becak tenaga listrik nantinya akan disulap menjadi kursi bioskop bagi penonton di ruang terbuka. Film Para Perasuk (Levitating) karya Wregas Bhanuteja dipilih sebagai film pembuka festival.

Tak hanya karyanya yang diputar, Wregas Bhanuteja juga akan hadir melalui sesi Director Talks. Program ini membuka kesempatan bagi publik untuk mengenal lebih jauh proses kreatif, perspektif, serta gagasan di balik karya-karyanya.

Program Baru EduScreen

Tahun ini, KHFF juga memperkenalkan program baru bertajuk KHFF EduScreen yang ditujukan bagi pelajar, mahasiswa, dan komunitas.

Melalui program tersebut, sekolah, kampus, maupun komunitas dapat mendaftarkan peserta lebih awal untuk mengikuti sejumlah program pilihan selama festival. Peserta dan pendamping yang terdaftar melalui EduScreen akan mendapatkan e-sertifikat, snack kit, serta akses gratis ke program-program pilihan KHFF 2026.

Kehadiran EduScreen menjadi upaya untuk membawa festival tidak hanya sebagai ruang apresiasi film, tetapi juga sebagai ruang belajar mengenai sinema, sejarah, budaya, dan warisan.

Film Kantata Takwa hingga Sawung Jabo & Sirkus Barock

Rangkaian KHFF 2026 akan mencapai puncaknya pada 19 September 2026. Pada hari terakhir, film legendaris Kantata Takwa akan diputar melalui program Heritage in Indonesian Cinema.

Pemutaran tersebut membawa salah satu karya penting dalam perjalanan sinema dan kebudayaan Indonesia untuk kembali dinikmati dalam konteks generasi hari ini.


Setelah pemutaran film, malam penutupan KHFF 2026 akan dimeriahkan oleh penampilan Sawung Jabo & Sirkus Barock. Kehadiran Sawung Jabo pada hari yang sama dengan pemutaran Kantata Takwa mempertemukan film, musik, dan ingatan kolektif dalam satu rangkaian festival.

Selama tiga hari, KHFF 2026 juga akan menghadirkan program kompetisi dan nonkompetisi, diskusi, workshop, forum, serta berbagai aktivasi ruang publik di kawasan cagar budaya.

Direktur Program KHFF, Suluh Pamuji, menjelaskan bahwa festival tahun ini mengajak publik tidak hanya melihat warisan sebagai sesuatu yang perlu dijaga, tetapi juga mempertanyakan siapa yang mewarisi, menentukan, dan memiliki warisan tersebut, serta bagaimana warisan dapat terus hidup tanpa kehilangan keberagamannya.

Sementara itu, Direktur Festival KHFF, Siska Raharja, melihat semakin banyak pembuat film yang membawa identitas dan budaya lokal ke dalam karya melalui bahasa, tradisi, sejarah, hingga perspektif komunitas. Komunitas pun tidak lagi hanya menjadi objek yang direkam, tetapi turut menjadi pemilik perspektif dan pencipta cerita.

Melalui berbagai program tersebut, Kotabaru Heritage Film Festival 2026 kembali menjadikan kawasan cagar budaya sebagai ruang untuk menonton, belajar, berdiskusi, dan menikmati pertunjukan. Festival berlangsung pada 17–19 September 2026 di Pasar Terban dan Gedung PDIN, Terban, Yogyakarta.

  • avatar
    Author
    Administrator

    admin@jogjajogja.id