Mengenal Kauman & Ragam Activity di Sekelilingnya
-
Sumber Foto : Dokumentasi TIM
Wisata kampung Kauman mungkin sudah tidak terdengar asing di telinga. Namun, sebenarnya mengapa Kauman dan sekelilingnya menjadi salah satu yang istimewa dari ratusan destinasi di Yogyakarta?
Berada tepat setelah ujung persimpangan malioboro, Kauman menjadi salah satu yang paling menarik dan tersembunyi. Banyak orang mengenal kauman sebagai kampung wisata religi. Namun, pada kenyataannya, Kampung Kauman banyak menyimpan cerita dan sejarah lain.
Mulanya, Kampung Kauman merupakan tempat bagi penghulu yang ditugaskan keraton untuk membawahi urusan agama. Sejak ratusan tahun, kampung ini memiliki peran besar dalam keagamaan islam.
Jika kamu memilih berjalan kaki dengan seksama saat mengelilingi Alun-Alun Lor (Utara), kamu akan menemukan sebuah gapura. Tepatnya, gapura dari Masjid Kauman berada. Tak jauh dari gapura, ada satu gang kecil yang akan membawamu kembali ke dalam roda waktu sejarah. Membawamu kembali ke dalam pemukiman dan bangunan-bangunan yang menawarkan cerita.
Gang-gang dalam rotasi waktuÂ
Ragam bangunan dengan berbagai desain lawas masih mendominasi Kampung Kauman. Tak jarang, kamu akan menemukan bagunan dengan jendela-jendela besar bergaya bangunan khas Eropa atau bangunan dengan daun jendela berbentuk lengkung menandakan kuatnya pengaruh Timur Tengah.
Saat memasuki kawasan Kampung Kauman, kamu hanya bisa berjalan kaki. Gang-gang kecil ini sengaja di desain dengan tujuan mempersempit ruang agar semua tamu tidak mengganggu aktivitas pembelajaran santri pada masanya. Namun, dengan berjalan kaki kamu justru bisa menemukan letak asyiknya berkeliling, menyapa, dan menikmati suasana Kampung Kauman.Â
Sebagai bentuk penghormatan, ketika waktu beribadah solat, setiap tamu maupun pengunjung akan diminta untuk tenang dan menghargai kegiatan ibadah yang sedang dilaksanakan. Toko-toko kecil dan aktivitas lain juga akan berhenti sementara, menjadi waktu mereka untuk rehat dan menunaikan kewajiban.
Masjid Gedhe Kauman
Didirikan 16 tahun setelah berdirinya Kerajaan Yogyakarta, Masjid Gedhe Kauman masih menjadi salah satu masjid yang menjadi pusat pendidikan, peradilan dan kajian sejak masa awal kesultanan Yogyakarta.
Dengan total luas bangunan dan halaman mencapai 13.000 m2, masjid Gedhe Kauman juga menjadi pusat dari berbagai agenda keagamaan. Salah satu yang paling menarik adalah perayaan Sekaten dan Grebeg yang diadakan sebagai acara memperingati Maulid Nabi Muhammad.
Agenda lain seperti Festival Takbir di bulan-bulan Ramadhan juga menjadi daya tarik tersendiri. Menandakan bahwa Masjid Gedhe Kauman masih tetap memertahankan budaya dan berhasil beradaptasi dengan agenda di masa sekarang. Tak hanya itu, gaya arsitektur yang masih orisinil sejak tahun 1773 masehi menjadi kepuasan dan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.Â
Di Seberang Alun-Alun Lor
Berlokasi dekat di sisi barat Lapangan Utara Keraton Yogyakarta, Kampung Wisata Kauman terasa begitu dekat dan mencolok diantara bangunan lainnya. Gapura dengan setengah lingkaran dan matahari di tengahnya menjadikan Kampung Kauman menjadi salah satu tempat yang ditandai untuk didatangi.
Jika kamu sudah ingin berkunjung ke Kampung Kauman, jangan khawatir karena hanya ada satu destinasi saja. Karena tempatnya yang strategis, Kampung Kauman diapit oleh berbagai tempat dan destinasi lainnya. Berbagai tempat seperti museum sonobudoyo, joglo lawas, tempat kuliner dan berbagai penginapan masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
-
AuthorAdministrator
admin@jogjajogja.id

