Loading...

Pasang Iklan

6282313419349

Kontak Kami

info@jogjajogja.id

6282313419349

ESCAPE Exhibition Bawa Pameran Seni Digital Internasional ke Yogyakarta

Administrator 31st Aug, 2026 Event 60 View
blog
  • Sumber Foto : GIK UGM

Yogyakarta kembali menjadi ruang pertemuan seni dan teknologi melalui ESCAPE Exhibition: Génération Numérique. Pameran seni digital internasional ini hadir di Gelanggang Inovasi & Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada pada 21 Agustus–10 September 2026.

Bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dan Institut français d’Indonésie (IFI), kehadiran ESCAPE di Yogyakarta menjadi kali pertama pameran tersebut dipresentasikan di Asia Tenggara. Sebelumnya, ESCAPE telah dipamerkan di lebih dari 40 negara melalui jaringan Institut Français dan Alliance Française.

Pameran ini mengajak pengunjung melihat kembali perjalanan teknologi digital selama sekitar tiga dekade terakhir. Melalui karya-karya seniman kontemporer dari Prancis dan sejumlah negara lainnya, ESCAPE menyoroti bagaimana internet berkembang dari teknologi komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Perkembangan tersebut juga membawa berbagai persoalan baru. Algoritma, data, platform digital, hingga kecerdasan buatan kini turut menentukan bagaimana manusia memperoleh informasi, berkomunikasi, bekerja, hingga berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.

 11 Karya dengan Beragam Medium Digital


ESCAPE Exhibition menghadirkan 11 karya seni dalam berbagai medium, mulai dari instalasi interaktif, film, video game, fotografi, arsip virtual, hingga karya berbasis web.

Karya-karya tersebut mengeksplorasi berbagai fase perkembangan budaya digital. Pengunjung dapat menemukan pembahasan mengenai nostalgia internet generasi awal, pengawasan berbasis data, kapitalisme platform, jejak digital, kehidupan di ruang virtual, hingga kemungkinan hubungan manusia dengan kecerdasan buatan.

Eksplorasi tersebut dirangkum melalui dua tema utama, yakni La Révolution Numérique (Digital Revolution) dan Le Code Est La Loi (Code is Law). Keduanya menjadi pintu masuk untuk memahami hubungan perkembangan teknologi dengan perubahan sosial dan budaya.

Melalui pendekatan seni, berbagai isu yang kerap terasa teknis seperti data, kode, algoritma, dan AI ditempatkan dalam konteks kehidupan manusia. Pengunjung diajak melihat kaitannya dengan persoalan privasi, kekuasaan, ekonomi digital, ingatan, hingga perubahan perilaku di era digital.

Direktur Institut français d’Indonésie (IFI) Yogyakarta, Margaux Nemmouchi, menjelaskan bahwa ESCAPE memberikan kesempatan kepada publik untuk melihat perkembangan teknologi digital dari perspektif seni. Berbagai karya yang ditampilkan membawa isu yang semakin dekat dengan keseharian, termasuk penggunaan data dan pengaruh teknologi terhadap cara manusia berinteraksi dengan lingkungannya.

Kehadiran ESCAPE di Yogyakarta juga diharapkan dapat memperluas percakapan mengenai seni digital di Indonesia sekaligus mengenalkan praktik seni kontemporer dari berbagai konteks internasional kepada publik.

 Perkuat Pertukaran Kreatif Indonesia dan Prancis


Kolaborasi kedua negara dalam ranah digital sebelumnya juga telah berlangsung melalui keterlibatan profesional dan organisasi asal Prancis dalam Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) di Bali. Melalui ESCAPE, ruang kolaborasi tersebut diperluas dari industri video game menuju seni digital dan budaya teknologi.

Program ini juga sejalan dengan penguatan kerja sama kebudayaan Indonesia-Prancis, termasuk di bidang video game dan ekonomi kreatif yang menjadi bagian dari Deklarasi Bersama Indonesia dan Prancis mengenai Strategi Kebudayaan pada Mei 2025.

ESCAPE Exhibition terselenggara melalui kolaborasi GIK UGM, Institut Français, OrthoLab, dan Art Pack Service, dengan dukungan Gameloft Indonesia. Kolaborasi ini mempertemukan institusi budaya, praktisi kreatif, dan pelaku industri dalam satu program yang menghubungkan perkembangan seni dengan teknologi digital.

Selain pameran, ESCAPE juga menghadirkan program publik berupa Gameloft Art Director Seminar pada 4 September 2026. Seminar tersebut akan menghadirkan praktisi industri gim untuk membahas proses kreatif, visual storytelling, serta perkembangan peran seni dalam industri gim global.

Bagi GIK UGM, penyelenggaraan ESCAPE menjadi bagian dari upaya mengembangkan ruang yang mempertemukan seni, inovasi, teknologi, dan masyarakat. Pameran ini sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat Yogyakarta untuk mengenal perkembangan seni digital internasional dan berbagai isu yang menyertainya.

ESCAPE Exhibition: Génération Numérique dapat dikunjungi hingga 10 September 2026 di Art Gallery C, Gelanggang Inovasi & Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta.

  • avatar
    Author
    Administrator

    admin@jogjajogja.id