Sembuh di Jogja: Pulih Lewat Alam dan Refleksi Diri
-
Sumber Foto : JogjaJogjaid
Di tengah ritme hidup yang terasa semakin cepat, Sembuh di Jogja hadir sebagai ruang temu bagi siapa saja yang ingin mengambil jeda dan kembali terhubung dengan diri sendiri maupun alam. Bertempat di kawasan Pantai Goa Cemara, Bantul ada Sabtu, 30 Mei 2026, event ini menghadirkan pengalaman reflektif melalui rangkaian aktivitas berbasis wellness dan konservasi alam.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan mulai dari wellness talk, turtle line cleanup, sea turtle release, hingga sesi refleksi bertajuk Sadar Pulih Synchronization bersama Nur Eka dari Omah Bening dan Noeryanto A. Dhipuro.
Berbeda dari kegiatan wellness pada umumnya, Sembuh di Jogja tidak hanya berbicara soal proses pulih secara personal, tetapi juga mengajak peserta melihat bahwa pemulihan terkadang hadir lewat kepedulian terhadap sesuatu di luar diri.
Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah turtle line cleanup, yakni kegiatan membersihkan jalur pendaratan tukik penyu bersama komunitas konservasi Pantai Goa Cemara. Aktivitas ini menjadi simbol bahwa langkah sederhana yang dilakukan hari ini dapat membantu menciptakan ruang yang lebih aman bagi kehidupan untuk bertumbuh.
Peserta juga diajak mengikuti sea turtle release atau pelepasan tukik ke laut. Selain menjadi bagian dari upaya konservasi, momen ini juga menjadi ruang refleksi tentang keberanian menjalani proses dan memberi kesempatan bagi kehidupan untuk berkembang sesuai waktunya.
Sementara melalui sesi Sadar Pulih Synchronization, peserta diajak memahami bahwa proses pulih tidak selalu harus dilakukan dengan cara besar. Lebih daripada itu, memberi waktu untuk berhenti, berbagi cerita, dan terhubung kembali dengan lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan diri.
Pulih bukan tentang mencari cara untuk menyembuhkan diri sendiri, tetapi menyadari bahwa mungkin kita sendiri bisa menjadi obat bagi sesuatu yang lebih rentan dari kita, untuk sesama, alam, dan kehidupan. Hal tersebut menjadi semangat yang diusung dalam penyelenggaraan event ini.
Melalui langkah-langkah kecil seperti berbagi cerita, membersihkan jalur tukik, hingga melepas penyu kembali ke laut, Sembuh di Jogja ingin mengajak peserta memahami bahwa saat seseorang mampu menjadi ruang aman bagi kehidupan lain, di saat yang sama dirinya pun dapat perlahan ikut pulih.
Penyelenggaraan Sembuh di Jogja tidak lepas dari dukungan berbagai mitra yang memiliki semangat serupa dalam menghadirkan ruang pemulihan yang bermakna. Dukungan tersebut datang dari Nismara Numa Villa, Amaranta Prambanan Yogyakarta, Java Banana, Ground Zero Jogja, Roller Pop & Studiogram Yogyakarta, serta 28 Shoes Clean.
Melalui kolaborasi ini, para sponsor tidak hanya berperan sebagai pendukung acara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang nyaman, inklusif, dan selaras dengan nilai-nilai wellness, kepedulian terhadap alam, serta keberlanjutan yang diusung oleh Sembuh di Jogja.
Ke depan, Sembuh di Jogja diharapkan dapat terus menjadi ruang perjumpaan yang menghadirkan pengalaman bermakna untuk kembali memahami relasi antara manusia, alam, dan kehidupan.
-
AuthorAdministrator
admin@jogjajogja.id

