Desa Wisata Nglinggo, Surga tersembunyi di barat Sungai Progo
-
Sumber Foto : nglinggowisata.weebly.com
Berjarak kurang lebih 54 km dari pusat Kota Yogyakarta, Nglinggo bisa jadi salah satu pilihan untuk menikmati sisi lain Jogja. Jogja yang biasanya identik dengan Malioboro, Tugu, dan Kaliurang akan jauh lebih berwarna.
Berada di kawasan Pegunungan Menoreh, Kulon Progo, desa Nglinggo menawarkan banyak destinasi wisata untuk perjalanan kamu. Tak hanya wisata alam, desa ini juga memiliki beragam aktivitas, mulai dari berburu matahari terbit hingga mengenal proses pengolahan teh lokal.
Menelusuri Jejak Nglinggo
Asal-usul Nglinggo berawal dari masa perjuangan Pangeran Diponegoro. Konon, tiga pengikutnya, yakni Ki Linggo Manik, Ki Dalem Tanu, dan Ki Gagak Roban, pernah mendapat tugas untuk memantau pergerakan musuh di Pegunungan Menoreh. Dari ketiga nama tersebut, sosok Ki Linggo Manik kemudian dipercaya menjadi asal-usul nama Nglinggo yang dikenal hingga kini.
Jauh setelahnya, Nglinggo mulai merintis langkah sebagai destinasi wisata pada 2004. Alam perbukitan menjadi salah satu modal utamanya, disertai potensi edukasi yang dikembangkan untuk menarik pengunjung. Meski pengembangannya sempat terhenti, warga kembali menghidupkan inisiatif tersebut melalui pembentukan kelompok sadar wisata pada 2012.
Perjalanan yang melibatkan masyarakat setempat ini kemudian mendapat pengakuan pada 2018, ketika Nglinggo dinobatkan sebagai desa dengan pengelolaan Community Based Tourism (CBT) terbaik di Indonesia.
Jelajah Alam Nglinggo


Dari letaknya yang cukup jauh dari pusat kota jogja, menjadikannya asing di telinga. Namun, disitulah letak terbaiknya, Nglinggo bisa jadi destinasi paling hidden gem yang bisa kamu explore lebih dalam.
Daya tarik utama Nglinggo terletak pada hamparan kebun teh yang menghijau di kawasan Pegunungan Menoreh. Berjalan di antara tanaman teh sambil menikmati udara sejuk menjadi salah satu cara untuk merasakan suasana alam Kulon Progo.
Tak jauh dari kebun teh, terdapat pula Air Terjun Watu Jonggol yang tersembunyi di antara rimbunnya pepohonan. Untuk mencapainya, kamu perlu menuruni bukit melalui jalur bertangga. Suara aliran air dan suasana yang masih asri menawarkan pengalaman menikmati sisi alam Nglinggo yang berbeda.
Selain itu, spot paling ciamik dari Bukit Ngisis Puncak Sembilan menjadi salah satu destinasi untuk berburu sunrise. Dari ketinggian sekitar 900 mdpl, kamu dapat menyaksikan deretan puncak gunung saat cuaca cerah.
-
AuthorAdministrator
admin@jogjajogja.id

